Pangeran William Dijadwalkan Kunjungi Korban Teror Selandia Baru

Internasional

Baru-baru ini sudah terjadi tragedi mengenaskan yang menewaskan cukup banyak umat muslim di negara Selandia Baru. Hal tersebut yaitu berupa tragedi munculnya serangan teror di lokasi 2 masjid yang cukup terkenal di Selandia Baru yaitu Masjid Christ church. Tentunya hal seperti ini telah mengundang simpati banyak orang termasuk juga sejumlah tokoh yang terkenal.

Ada salah satunya yang merasa simpati terhadap kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru yaitu pihak Kerajaan Inggris. Oleh karena itu, sebagai bentuk penghormatan dan juga rasa simpati terharap korban pada dua masjid tersebut, maka pangeran William Arthur telah berencana melakukan kunjungan atas kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru tersebut.

Kunjungan Pangeran William Arthur

Kunjungan oleh pangeran William Arthur ini sendiri dikabarkan mewakili sang Ratu yaitu Elizabeth II dimana pada saat ini kondisi fisiknya sudah tak memungkinkan datang ke negara Selandia Baru untuk menghormati kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru. Pihak pewaris tahta dari Kerajaan Inggris yaitu pangeran William Arthur ini akan berencana untuk melakukan pertemuan dengan korban kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru. Disamping itu, pangeran William Arthur juga akan memberikan penghormatan, bentuk belas kasih dan juga bentuk solidaritas untuk korban kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru tersebut.

Inggris Tetap Peduli

Kunjungan yang dilaksanakan oleh pangeran William Arthur ini akan menjadi pertanda kalau Inggris selalu akan berdiri dengan semua korban yang terkena dampaknya dari serangan teror, termasuk masyarakat yang menderita kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru ini. Banyak orang tentunya yang benar-benar merasa senang karena pangeran William Arthur bisa melakukan kunjungan secara singkat supaya bisa mendukung mereka para korban yang sudah terkena dampak dari kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru ini. Tentuya petinggi Selandia Baru dan masyarakatnya menyambut baik rencana kunjungan tersebut dimana kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru ini merupakan serangan yang cukup parah.

Parahnya Kejadian Penembakan

Dari kejadian tersebut, wajar saja pangeran William Arthur ingin melakukan kunjungan karena sudah menewaskan sebanyak 50 orang serta 50 lain luka-luka pada saat kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru tersebut. Kejadiannya yaitu seorang pria yang bersenjata menembaki 2 lokasi masjid pada tangga 15 Maret secara membabi buta. Tentunya kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru tersebut menjadi sejarah kelam tersendiri bagi negara Selandia Baru. Rencananya pangeran William Arthur itu sendiri akan mendatangi negara Selandia Baru sendiri, jadi tidak Pangeran tak ditemani istri ataupun anak-anaknya pada saat kunjungan terkait kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru tersebut.

Hubungan William Dengan Christ Church

Disamping itu pangeran William Arthur ini juga memiliki hubungan yang cukup erat dengan masjid Christ church ini dan juga wilayah di sekitarnya, yaitu Canterbury. Pangeran berkunjung kesana terkait dengan gempa bumi yang terjadi pada tahun 2011 yang sudah menewaskan sangat banyak korban yaitu 185 orang. Selain itu, pangeran William Arthur melakukan kunjungan selama dua hari ke lokasi masjid Christ church untuk melakukan upacara peringatan. Lalu 3 tahun kemudian, pangeran William Arthur dan juga istrinya yaitu Kate Middleton mengunjungi kota tersebut juga.

Pengiriman Pesan Belasungkawa

Sesudah terjadinya kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru ini, pangeran William Arthur, Kate, dan Pangeran Harry serta istrinya yaitu Meghan Markle telah mengirim pesan belasungkawa atas kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru tersebut. Disamping itu, Ratu Elizabeth serta bangsawan senior yang lainnya telah mengirimkan pesan belasungkawa juga yang tulus seusai kejadian tragedi serangan teroris di masjid Christ Church Selandia Baru. Dari kejadian yang mengenaskan seperti ini tentunya membuat kita cukup takut datang ke tempat suci dimana seharusnya tak ada orang siapa pun itu yang perlu merasa takut saat menghadiri tempat beribadah yang suci tersebut.

Continue Reading

Trump Jadi Tamu Negara Pertama Yang Bertemu Kaisar Baru Jepang

Internasional

Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang sangat maju dan perkembangan kenegaraannya sangat bagus. Banyak negara-negara yang ingin mencontoh negara Jepang karena keberhasilannya dalam memajukan negara dan juga sikap tegasnya masyarakatnya dalam menghargai waktu. Hal ini menjadikan Jepang sebagai negara yang lebih mengutamakan kerja, kerja dan kerja. Sikap ini menjalar ke seluruh masyarakat di Jepang sehingga tidak heran jika Jepang adalah negara maju dan juga makmur karena masyarakatnya juga sangat menghormati dan tunduk terhadap perintah negara.

Akhir april ini, kaisar Jepang, Kaisar Akihito, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kaisar atas kemauan pribadinya dan akan segera digantikan oleh Putra Mahkota Naruhito yang rencananya akan dilantik pada tanggal 1 Mei 2019. Donald trump adalah orang asing pertama yang akan berkunjung ke pemerintahan Jepang dan sekaligus pertama kalinya Putra Mahkota Naruhito bertemu dengan orang asing setelah dilantik menjadi kaisar.

Siapa yang tidak tahu dengan nama Donald Trump ini, seorang pemimpin negara super power yaitu Amerika Serikat yang banyak dilirik oleh banyak pasang mata di dunia. Semua orang mengakui bahwa negara Amerika adalah negara yang kuat dan sangat maju sekali di Dunia. Sehingga akan menjadi kehormatan yang sangat besar bagi kaisar baru Jepang, Naruhito, sebagai kaisar baru dan langsung bertemu dengan pemimpin Amerika serikat yang sangat terkenal ini.

Donald Trump Ke Jepang, Untuk Memperkuat Ikatan Aliansi Jepang-AS

Donald trump beserta dengan istrinya, Melania, terakhir melakukan kunjungan ke Jepang pada bulan November 2017. Dan sekarang, pada tanggal direncanakan bahwa Presiden Amerika ini akan berkunjung ke Jepang pada tanggal 25-28 Mei 2019. Kunjungan ke Jepang ini untuk membahas beberapa hal yaitu:

  1. Membuktikan pada dunia bahwa hubungan antara Amerika dengan Jepang sangat baik, kuat dan bagus.
  2. Menurut Yoshihide Suga, kepala sekretaris kabinet Jepang, menjelaskan bahwa Jepang akan menjamu presiden Amerika Serikat sebagai tamu pertama di era baru Reiwa serta melambangakn bahwa ikatan aliansi yang dibuat oleh Amerika dengan Jepang itu sangat kuat dan tidak akan tergoyahkan oleh apapun.
  3. Trump berencana bertemu dengan Perdana Menteri Shizo Abe, mereka akan membahas tentang kerja sama untuk mendesak denuklirisasi Korea Utara dan juga membahas tentang penyelesaian masalah penculikan salah satu warga Jepang oleh Pyongyang tahun 70-an dan 80-an.
  4. Presiden Amerika serikat ini akan menerima jamuan dari Pemerintah Jepang, berbeda dengan kunjungan terakhirnya 2017 lalu yang hanya melakukan agenda kepresidenan dan bukan sebagai tamu kenegaraan. Sehingga pada saat itu Trump tidak melakukan jamuan makan bersama dengan kaisar Jepang.

Beberapa fakta diatas menunjukkan bahwa Era Heisei yang dipimpin oleh Kaisar Akihito akan berakhir pada tanggal 30 April, kemudian digantikan dengan era baru Reiwa yang akan dipimpin oleh sang Putra Mahkota dan menjadi Kaisar, Naruhito yang berumur 59 tahun. Pada tanggal 1 Mei 2019, Naruhito akan dilantik menjadi Kaisar Jepang dengan karakter sastra Jepang klasik.

Beberapa sumber menjelaskan bahwa Donald Trump didampingi oleh istri, Melania, akan hadir dalam jamuan Kaisar Jepang yang baru dan akan membahas tentang kuatnya ikatan aliansi antara kedua negara tersebut. Hal ini juga menegaskan bahwa hubungan antara masyarakat Amerika dengan Masyarakat Jepang itu sangat baik dan kuat serta memperkuat kerja sama kedua negara.

Fakta-Fakta Era Baru Reiwa

  1. Sekretaris kabinet, Yoshihide Suga, mengangkat sebuah plakat bertuliskan huruf kanji reiwa yang diabil dari manyoshu. Ini baru pertama kalinya nama kabinet diambil dari literatur klasik Jepang, padahal sebeumnya diambil dari kanji dan ataupun literatur China.
  2. Dari nama kabinet yang digunakan, kata “Rei” memiliki arti “aturan” dan juga “menguntungkan”, sedangkan “Wa” memiliki arti “harmoni”.
  3. Fakta menarik lainnya pada pengangkatan kaisar baru sekarang, nama kabinet telah diumumkan ketika kaisar sebelumnya masih hidup dan hal ini berbeda dengan kabinenet sebelumnya yaitu kabinet Heisei, Showa, Taisho dan juga Meiji.
  4. Kaisar Akihito mengumumkan keinginannya untuk turun dari jabatan yang diembannya sejak 8 Januari 1989 dikarenakan faktor usia dan kesehatan dirinya, sehingga memutuskan untuk diganti oleh sang putra mahkota, Naruhito.
  5. Uniknya lagi, Jepang sampai sekarang masih menggunakan kalender dengan gaya China dalam beberapa dokumen publik dan pencatatan komputer meskipun Jepang menggunakan kalender Gregorian.

Beberapa fakta diatas menjelaskan bahwa akan ada era baru dari negara tirai bambu tersebut. Fakta-fakta yang membedakan cara pengangkatan pemimpin dari kabinet sebelumnya memberikan bukti bahwa akan ada hal yang baru di Jepang, Sebagai negara yang maju dalam berbagai sarana pemerintahan dan negara, bahkan langsung setelah pengangkatan kaisar baru Jepang negara Amerika akan lebih memperkuat lagi ikatan aliansi antar kedua negara besar tersebut.

Continue Reading